nba-telah-mengakui-kesalahan-wasit-mengenai-screen-ilegal

NBA Telah Mengakui Kesalahan Wasit Mengenai Screen Ilegal

NBA Telah Mengakui Kesalahan Wasit Mengenai Screen Ilegal. NBA resmi mengakui adanya kesalahan wasit dalam memanggil screen ilegal pada laga penting antara dua tim papan atas di pekan ke-14 musim 2025/26. Pengakuan ini dirilis melalui Last Two Minute Report pada 15 Januari 2026, menyusul kontroversi besar setelah pertandingan berakhir dengan selisih tipis 112-109. Keputusan wasit yang disebut “incorrect non-call” pada sebuah screen ilegal di sisa 1 menit 48 detik terakhir menjadi sorotan utama. NBA menyatakan bahwa seharusnya pelanggaran ofensif itu dipanggil, yang berpotensi mengubah alur akhir laga dan bahkan hasil akhir. Pengakuan ini langsung memicu diskusi luas soal konsistensi penegakan aturan screen di liga, terutama di momen krusial. INFO GAME

Detail Kesalahan yang Diakui: NBA Telah Mengakui Kesalahan Wasit Mengenai Screen Ilegal

Situasi kontroversial terjadi saat tim yang tertinggal berusaha menyamakan kedudukan. Seorang pemain melakukan screen di luar garis three-point untuk membuka ruang bagi ball handler. Wasit di lapangan tidak memanggil pelanggaran meskipun kaki screener jelas bergerak ke arah lawan sebelum kontak terjadi, sebuah gerakan yang masuk kategori moving screen atau illegal screen sesuai aturan NBA. Last Two Minute Report menegaskan bahwa “kontak yang dihasilkan dari screen tersebut seharusnya dianggap sebagai pelanggaran ofensif karena screener tidak menetapkan posisi legal sebelum kontak.” Keputusan ini memungkinkan tim pelaku screen melanjutkan possession dan akhirnya mencetak poin krusial melalui three-pointer di detik-detik akhir. NBA juga mencatat bahwa wasit di lapangan berada dalam posisi yang sulit melihat gerakan kaki secara jelas, tapi teknologi replay dan sudut kamera overhead menunjukkan pelanggaran yang cukup jelas.

Dampak Langsung pada Pertandingan dan Klasemen: NBA Telah Mengakui Kesalahan Wasit Mengenai Screen Ilegal

Kesalahan ini sangat berpengaruh karena terjadi di sisa waktu kurang dari dua menit, periode yang paling ketat diawasi oleh tim review NBA. Jika pelanggaran dipanggil, tim yang dirugikan akan mendapat possession dengan peluang menyamakan atau bahkan membalikkan kedudukan. Akhirnya, tim yang mendapat keuntungan dari non-call itu berhasil mempertahankan kemenangan tipis. Kekalahan tersebut membuat tim yang dirugikan tertinggal semakin jauh di klasemen Wilayah Barat, sementara pemenang semakin menguatkan posisi playoff mereka. Banyak analis menyebut momen ini sebagai “game-changer” yang seharusnya tidak terjadi di level tertinggi. Suporter tim yang kalah langsung meluapkan kekecewaan di media sosial, sementara sebagian penggemar netral melihat pengakuan NBA sebagai langkah transparan meski tidak mengubah hasil akhir.

Diskusi Lebih Luas soal Penegakan Aturan Screen

Pengakuan ini membuka perdebatan lebih besar tentang konsistensi wasit dalam memanggil illegal screen sepanjang musim. Banyak pelatih dan pemain mengeluhkan bahwa aturan screen sering diterapkan berbeda tergantung situasi dan pemain yang terlibat. Di musim ini saja, sudah ada beberapa laga di mana moving screen tidak dipanggil meski terlihat jelas, terutama saat dilakukan oleh pemain bintang atau di momen krusial. NBA sendiri mengakui bahwa penilaian screen tetap menjadi salah satu area paling sulit bagi wasit karena melibatkan penilaian cepat terhadap posisi kaki, kontak, dan niat. Pengakuan ini diharapkan menjadi pengingat bagi tim wasit untuk lebih ketat dan konsisten, terutama di akhir kuarter keempat. Beberapa mantan wasit menyarankan penggunaan teknologi lebih lanjut, seperti sudut kamera tambahan atau review otomatis untuk situasi screen di last two minutes, meski hal itu masih dalam tahap diskusi.

Kesimpulan

Pengakuan NBA atas kesalahan wasit terkait screen ilegal menjadi langkah transparansi yang diapresiasi banyak pihak, meski tidak bisa mengubah hasil pertandingan yang sudah selesai. Momen ini menegaskan bahwa bahkan di level tertinggi, human error masih mungkin terjadi, terutama pada aturan yang kompleks seperti screen. Bagi liga, ini adalah kesempatan untuk terus memperbaiki konsistensi penegakan aturan dan meningkatkan komunikasi dengan tim serta suporter. Bagi tim yang dirugikan, pengakuan ini setidaknya memberikan pembenaran atas protes mereka, meski poin dua sudah hilang. Ke depan, diharapkan wasit semakin tajam dalam membaca situasi screen, sehingga momen krusial tidak lagi ditentukan oleh kesalahan yang bisa dihindari. Kontroversi ini sekali lagi menunjukkan betapa tipisnya garis antara kemenangan dan kekalahan di NBA.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *