Abraham Wenas Sebut KBS Harus Banyak Berlatih. Abraham Wenas, pelatih berpengalaman yang pernah menangani berbagai tim nasional dan klub besar di Indonesia, baru-baru ini memberikan pandangan tajam terkait kondisi Kevin Bruno Saputra alias KBS, salah satu talenta muda yang sedang naik daun di sepak bola tanah air. Dalam pernyataannya setelah menyaksikan beberapa penampilan terbaru KBS, Abraham menekankan bahwa pemain berusia 20 tahun itu masih perlu banyak berlatih untuk mencapai level yang lebih tinggi dan konsisten. Komentar ini muncul di tengah performa KBS yang menunjukkan kilasan kualitas tinggi, tapi juga diikuti inkonsistensi di beberapa pertandingan penting. Abraham menilai potensi KBS sangat besar, terutama dalam hal kecepatan, dribel, dan visi bermain, namun ia menyoroti bahwa tanpa latihan intensif dan fokus yang lebih tajam, perkembangan tersebut bisa terhambat. Pernyataan ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan pelatih lain karena Abraham dikenal tidak ragu menyampaikan kritik konstruktif demi kemajuan pemain muda. BERITA TERKINI
Latar Belakang Performa KBS Saat Ini: Abraham Wenas Sebut KBS Harus Banyak Berlatih
Kevin Bruno Saputra memang sedang menjadi sorotan setelah tampil cukup menjanjikan di level senior, baik di kompetisi domestik maupun saat dipanggil ke timnas muda. Ia sering kali berhasil menciptakan peluang melalui pergerakan tanpa bola dan kemampuan membawa bola dari lini tengah ke sepertiga akhir lapangan. Namun Abraham Wenas menilai bahwa penampilan impresif itu masih bersifat sporadis dan belum didukung oleh konsistensi penuh selama 90 menit. Menurutnya, KBS terlalu sering kehilangan bola di area berbahaya karena kurang sabar dalam pengambilan keputusan, serta kurang maksimal dalam fase bertahan ketika tim sedang tidak menguasai bola. Abraham menambahkan bahwa pada usia ini, pemain seharusnya sudah mulai membangun kebiasaan latihan yang benar-benar profesional, termasuk pemulihan fisik, latihan taktis individu, dan penguatan mental untuk menghadapi tekanan pertandingan besar. Ia mencontohkan bahwa banyak pemain muda berbakat di masa lalu yang mandek karena tidak cukup serius menjalani latihan harian, dan ia tidak ingin KBS mengalami hal serupa mengingat bakatnya yang di atas rata-rata.
Aspek yang Harus Diperbaiki Melalui Latihan Intensif: Abraham Wenas Sebut KBS Harus Banyak Berlatih
Abraham Wenas secara spesifik menyebut beberapa area yang perlu KBS perkuat melalui latihan ekstra. Pertama, penguasaan bola di bawah tekanan harus jauh lebih baik karena lawan di level lebih tinggi akan langsung memanfaatkan setiap kesalahan kecil. Kedua, posisi badan saat menerima bola dan kemampuan berbalik arah dengan cepat masih perlu diasah agar ia bisa lebih efektif di ruang sempit. Ketiga, aspek fisik seperti daya tahan dan kekuatan inti tubuh juga harus ditingkatkan supaya KBS tidak mudah kehilangan keseimbangan dalam duel satu lawan satu. Abraham menekankan bahwa latihan tidak cukup hanya mengikuti program tim, melainkan harus ada sesi tambahan yang difokuskan pada kelemahan individu, seperti latihan passing pendek di area sempit, simulasi pressing tinggi, serta latihan finishing di depan gawang. Ia juga menyarankan KBS untuk lebih sering menonton rekaman pertandingannya sendiri bersama pelatih agar bisa melihat kesalahan dari sudut pandang objektif. Menurut Abraham, pemain yang mau berlatih keras di luar jam resmi biasanya akan jauh lebih cepat berkembang dibandingkan yang hanya mengandalkan bakat alami.
Respons Lingkungan Sekitar dan Harapan ke Depan
Pernyataan Abraham Wenas langsung mendapat respons beragam dari kalangan sepak bola Indonesia. Beberapa pelatih muda setuju bahwa kritik seperti ini justru dibutuhkan agar talenta tidak terlena dengan pujian dini, sementara sebagian penggemar KBS merasa sedikit kecewa karena berharap sorotan lebih banyak pada prestasi yang sudah dicapai. Namun secara umum, pesan Abraham diterima sebagai motivasi karena datang dari sosok yang paham betul proses pembinaan pemain muda di Indonesia. KBS sendiri disebut menerima masukan tersebut dengan baik dan langsung menambah sesi latihan pribadi setelah mendengar pandangan Abraham. Ke depan, banyak yang berharap KBS bisa menunjukkan lonjakan performa di sisa musim ini, terutama dalam hal konsistensi dan kontribusi di setiap laga. Jika latihan intensif benar-benar dilakukan, Abraham yakin KBS bisa menjadi salah satu pemain tengah terbaik di liga bahkan berpotensi menembus timnas senior lebih cepat dari perkiraan. Pesan sederhana “harus banyak berlatih” ini menjadi pengingat bahwa bakat saja tidak cukup tanpa kerja keras yang konsisten.
Kesimpulan
Ucapan Abraham Wenas bahwa KBS harus banyak berlatih menjadi pengingat penting di tengah euforia atas kemunculan talenta muda di sepak bola Indonesia. Kritik konstruktif ini bukan untuk merendahkan, melainkan untuk mendorong KBS mencapai potensi maksimalnya melalui disiplin dan usaha ekstra di lapangan latihan. Dengan bakat yang sudah terlihat jelas, ditambah kerja keras yang diarahkan dengan benar, KBS punya peluang besar untuk menjadi pemain kunci di level tertinggi. Pesan Abraham juga relevan tidak hanya untuk KBS, tapi bagi seluruh pemain muda yang sedang menapaki karier profesional. Masa depan cerah memang menanti, tapi langkah menuju sana hanya bisa ditempuh dengan latihan yang tidak kenal lelah. Semoga KBS mendengar dan menerapkan saran ini dengan serius, karena sepak bola Indonesia sangat membutuhkan pemain seperti dia yang konsisten dan siap bersaing di panggung lebih besar.
