Curhatan Moses Moody Tentang Cedera Yang Ganggu Peformanya. Moses Moody, guard muda Golden State Warriors, baru-baru ini membuka cerita tentang perjuangannya menghadapi cedera yang mengganggu performanya di musim NBA 2024-25. Cedera jempol tangan yang ia alami ternyata lebih serius dari yang dikira, memaksanya menjalani operasi dan masa pemulihan panjang. Meski Warriors berhasil lolos ke playoff sebagai unggulan ketujuh di Wilayah Barat, Moody merasa ia tidak bisa tampil maksimal karena rasa sakit yang terus mengganggu. Curhatannya ini memberikan gambaran tentang ketangguhan seorang atlet muda yang tetap berjuang di tengah tantangan fisik. Apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana cedera ini memengaruhi permainannya? BERITA BOLA
Siapa Itu Moses Moody
Moses Moody adalah shooting guard Golden State Warriors yang lahir pada 31 Mei 2002 di Little Rock, Arkansas. Dipilih sebagai pick ke-14 di NBA Draft 2021, Moody dikenal sebagai pemain serba bisa dengan kemampuan menembak tiga poin dan pertahanan yang solid. Ia bergabung dengan Warriors di usia 19 tahun dan menjadi bagian dari tim yang memenangkan gelar juara NBA 2022, meski perannya saat itu masih terbatas sebagai rookie. Sejak itu, Moody terus berkembang, menjadi pemain rotasi penting di bawah asuhan pelatih Steve Kerr. Musim lalu, ia mencatat rata-rata 8.7 poin, 3.1 rebound, dan akurasi tembakan tiga poin 36.8% dalam 66 pertandingan. Dengan perpanjangan kontrak tiga tahun senilai $37.5 juta yang dimulai musim ini, Warriors menunjukkan kepercayaan besar pada potensinya sebagai pilar masa depan tim.
Cedera Apa Yang Menimpanya Musim Lalu
Pada Maret 2025, Moses Moody mengalami cedera serius pada jempol tangan kanannya saat bertanding melawan Miami Heat. Awalnya, ia hanya merasakan nyeri ringan, tetapi keluhan itu berkembang menjadi ketidakmampuan menggerakkan jempol secara normal. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut pasca musim reguler, dokter mendiagnosis robekan ligamen ulnar collateral (UCL) pada jempol kanannya. Cedera ini, yang tidak diumumkan ke publik hingga musim berakhir, memaksa Moody menjalani operasi pada 21 Mei 2025 di Los Angeles. Prosedur tersebut bertujuan untuk memperbaiki ligamen yang robek, dengan perkiraan waktu pemulihan sekitar tiga hingga empat bulan. Meski cedera ini terjadi di tengah musim, Moody memilih untuk terus bermain demi membantu Warriors mempertahankan posisi mereka di klasemen, sebuah keputusan yang memperparah kondisinya tetapi menunjukkan dedikasinya untuk tim.
Kenapa Cedera Ini Sangat Mengganggu Peforma Bermainnya
Cedera ligamen UCL pada jempol sangat memengaruhi performa Moody karena tangan kanan adalah tangan dominannya untuk menembak, menggiring bola, dan menangkap bola. Dalam curhatannya, Moody mengaku kesulitan melakukan gerakan dasar seperti menangkap operan keras atau melakukan dribble dengan percaya diri. Rasa sakit yang terus-menerus membuatnya kehilangan kepekaan saat menembak, terutama dari jarak jauh, yang tercermin dari penurunan akurasi tembakan tiga poinnya menjadi hanya 31.2% sejak Maret 2025, dibandingkan 39.4% di awal musim. Selain itu, cedera ini juga membatasi kemampuannya dalam bertahan, karena ia kesulitan mengganggu passing lawan atau mencuri bola tanpa memperburuk rasa sakit.
Moody juga menyebutkan tantangan mental yang datang bersama cedera ini. Ia merasa frustrasi karena tidak bisa berkontribusi maksimal, terutama di playoff, di mana Warriors tersingkir di putaran pertama oleh LA Clippers. Meski mendapat pujian dari rekan setim seperti Draymond Green dan Donte DiVincenzo atas usahanya bermain melalui rasa sakit, Moody merasa performanya tidak mencerminkan potensi sebenarnya. Cedera ini juga terjadi di saat krusial, ketika ia mulai mendapatkan menit bermain lebih banyak sebagai bagian dari rotasi inti. Dengan Stephen Curry dan Gary Payton II juga mengalami cedera jempol musim lalu, Warriors menghadapi tantangan besar di lini belakang, yang membuat beban Moody semakin berat. Meski begitu, keputusannya untuk terus bermain menunjukkan mentalitas kompetitif, meskipun itu berarti mengorbankan efisiensi dan kenyamanannya di lapangan.
Kesimpulan: Curhatan Moses Moody Tentang Cedera Yang Ganggu Peformanya
Curhatan Moses Moody tentang cedera jempolnya mengungkap sisi manusiawi dari seorang atlet muda yang berjuang mempertahankan tempatnya di tim juara seperti Golden State Warriors. Meski cedera ligamen UCL mengganggu performanya secara signifikan, dedikasinya untuk tetap bermain demi tim menunjukkan karakter dan komitmen yang kuat. Dengan operasi yang sukses dan masa pemulihan yang kini hampir selesai, Moody diharapkan kembali dengan performa terbaiknya di musim 2025-26. Bagi Warriors, kehadiran Moody yang sehat akan menjadi kunci untuk memperdalam rotasi dan mendukung bintang seperti Stephen Curry dan Jimmy Butler. Kisah Moody adalah pengingat bahwa di balik gemerlap NBA, ada perjuangan fisik dan mental yang tak selalu terlihat, tetapi membentuk seorang pemain menjadi lebih tangguh.