jordan-clarkson-diprediksi-tidak-bisa-membantu-knicks

Jordan Clarkson Diprediksi Tidak Bisa Membantu Knicks

Jordan Clarkson Diprediksi Tidak Bisa Membantu Knicks. New York Knicks membuat gebrakan di bursa free agency musim panas 2025 dengan merekrut Jordan Clarkson melalui kontrak veteran minimum setelah ia dibeli dari kontraknya oleh Utah Jazz. Namun, prediksi mengejutkan muncul bahwa Clarkson, meski dikenal sebagai scorer ulung, mungkin tidak akan memberikan dampak signifikan bagi Knicks di musim NBA 2025/2026. Setelah mencapai final Wilayah Timur musim lalu, Knicks mengincar gelar dengan skuad inti seperti Jalen Brunson, Mikal Bridges, dan Karl-Anthony Towns, ditambah tambahan seperti Clarkson dan Guerschon Yabusele untuk memperkuat bangku cadangan. Namun, beberapa analis meragukan kecocokan Clarkson dengan sistem tim di bawah pelatih baru Mike Brown. Artikel ini akan mengulas profil Clarkson, kemampuan sejatinya, dan alasan mengapa ia diprediksi tidak bisa membantu Knicks seperti yang diharapkan. BERITA VOLI

Mengenal Profil Pemain Jordan Clarkson

Jordan Clarkson lahir pada 7 Juni 1992 di Tampa, Florida. Ia memulai karier NBA setelah terpilih sebagai pick ke-46 di NBA Draft 2014 oleh Washington Wizards, sebelum segera ditukar ke Los Angeles Lakers. Clarkson menghabiskan tiga musim di Lakers, lalu bermain untuk Cleveland Cavaliers, termasuk tampil di Final NBA 2018, sebelum bergabung dengan Utah Jazz pada 2019. Di Jazz, ia menjelma sebagai salah satu sixth man terbaik, memenangkan penghargaan NBA Sixth Man of the Year 2020/2021 dengan rata-rata 18,4 poin per laga. Musim lalu, ia mencatatkan 16,2 poin, 3,7 assist, dan 3,2 rebound dalam 37 pertandingan, meski terganggu cedera plantar fasciitis. Dengan tinggi 1,91 meter, Clarkson dikenal sebagai guard yang lincah dengan kemampuan mencetak poin instan, menjadikannya tambahan menarik untuk Knicks yang kekurangan produksi dari bangku cadangan musim lalu.

Sehebat Apa Sebenarnya Pemain Jordan Clarkson Ini

Clarkson adalah prototipe “microwave scorer” yang mampu mengubah momentum dengan cepat. Selama enam musim di Jazz, ia konsisten mencetak minimal 15 poin per laga, dengan puncak 20,8 poin pada musim 2019/2020. Ia unggul dalam menciptakan tembakan sendiri, terutama melalui dribble pull-up dan midrange jumper, dengan akurasi tembakan tiga angka 36,2% musim lalu. Clarkson juga menunjukkan kemampuan playmaking yang lebih baik dari reputasinya, dengan assist percentage mencapai 24,6% pada 2024/2025, tertinggi dalam kariernya. Dalam 24 laga playoff bersama Jazz, ia rata-rata mencetak 17 poin, membuktikan kemampuannya di panggung besar. Gaya bermainnya yang agresif dan kemampuan menembus pertahanan membuatnya ideal sebagai penggerak second unit, seperti yang diharapkan Knicks untuk mengurangi beban Jalen Brunson, yang memimpin liga dengan 8,6 menit per laga menguasai bola musim lalu.

Meskipun Sehebat Itu, Kenapa Dia Diprediksi Tidak Bisa Membantu Knicks

Meski memiliki reputasi sebagai scorer handal, beberapa faktor membuat Clarkson diprediksi tidak akan cocok dengan Knicks. Pertama, efisiensinya menurun dalam dua musim terakhir, dengan akurasi tembakan hanya 40,8% dari lapangan dan 33,6% dari tiga angka sepanjang kariernya. Di Knicks, ia tidak akan menjadi opsi utama seperti di Jazz, karena Brunson, Bridges, dan Towns mendominasi penguasaan bola. Peran terbatas ini bisa membuatnya kesulitan menyesuaikan diri, terutama karena ia terbiasa bermain 28,6 menit per laga. Kedua, pertahanannya dianggap lemah, dengan rata-rata hanya 0,8 steal per laga dan kesulitan menjaga guard yang lebih cepat, yang bisa menjadi masalah bagi Knicks yang mengandalkan intensitas defensif dari pemain seperti OG Anunoby dan Mitchell Robinson. Ketiga, usianya yang kini 33 tahun dan riwayat cedera, seperti plantar fasciitis musim lalu, menimbulkan kekhawatiran tentang daya tahan dan konsistensinya. Sistem Mike Brown, yang menekankan pergerakan bola dan efisiensi, mungkin tidak cocok dengan gaya Clarkson yang cenderung “chucker” dan mengandalkan tembakan sulit. Jika ia gagal beradaptasi, menit bermainnya bisa dipangkas, terutama di playoff, di mana Knicks kemungkinan akan lebih mengandalkan Miles McBride yang lebih seimbang secara dua arah.

Kesimpulan: Jordan Clarkson Diprediksi Tidak Bisa Membantu Knicks

Keputusan New York Knicks merekrut Jordan Clarkson pada musim panas 2025 awalnya disambut antusias karena potensinya sebagai scorer dari bangku cadangan. Dengan pengalaman sebagai Sixth Man of the Year dan kemampuan mencetak poin instan, Clarkson tampak seperti solusi untuk masalah produksi bench Knicks, yang mencatatkan poin terendah di liga musim lalu. Namun, prediksi bahwa ia tidak akan membantu signifikan muncul karena ketidakcocokan gaya bermain, efisiensi yang menurun, kelemahan defensif, dan tantangan beradaptasi dengan peran terbatas di skuad bertabur bintang. Dengan musim NBA 2025/2026 yang dimulai pada Oktober, laga pembuka Knicks melawan Philadelphia 76ers akan menjadi ujian awal bagi Clarkson untuk membuktikan bahwa ia bisa menyesuaikan diri dengan sistem Mike Brown dan berkontribusi pada ambisi tim meraih gelar. Jika gagal, Knicks mungkin harus mencari solusi lain untuk memperkuat second unit mereka, menjadikan penandatanganan Clarkson sebagai langkah berisiko rendah namun berpotensi minim imbalan.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *