Luka Doncic Sebutkan Pengalaman LeBron Bikin Lakers Sukses. Timnas Basket Prancis menjadi sorotan di FIBA EuroBasket 2025 setelah kemenangan impresif mereka atas Slovenia dengan skor 103-95 pada 30 Agustus 2025 di Tampere, Finlandia. Bilal Coulibaly, guard muda Washington Wizards, menegaskan keyakinannya bahwa Prancis memiliki peluang besar untuk meraih gelar EuroBasket, meski tanpa bintang utama seperti Victor Wembanyama dan Rudy Gobert. Dalam wawancara pasca-pertandingan melawan Slovenia, Coulibaly memuji kedalaman skuad Prancis dan semangat tim, menyebut turnamen ini sebagai kesempatan emas untuk membuktikan kekuatan mereka. Komentarnya ini muncul setelah ia tampil gemilang dengan 12 poin dan tujuh rebound dalam debutnya di EuroBasket, memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda yang sedang naik daun. MAKNA LAGU
Pernyataan optimistis Coulibaly menambah semangat Les Bleus, yang kini memiliki rekor 2-1 di Grup B setelah kalah dari Latvia di laga pembuka. Dengan Serbia dan Slovenia sebagai ancaman utama, keyakinan Coulibaly menunjukkan ambisi Prancis untuk mengakhiri paceklik gelar EuroBasket sejak 2013. Artikel ini akan mengulas profil Coulibaly, alasan di balik optimismenya, dan peluang nyata Prancis di turnamen ini.
Siapa Itu Bilal Coulibaly
Bilal Coulibaly, lahir di Saint-Cloud, Prancis, pada 26 Juli 2004, adalah guard berusia 21 tahun yang bermain untuk Washington Wizards di NBA. Berdarah Mali, Coulibaly memulai karier basketnya di Courbevoie Sport Basket pada usia delapan tahun sebelum bergabung dengan Levallois Sporting Club dan kemudian Metropolitans 92 di LNB Pro A. Dipilih sebagai pick ketujuh pada NBA Draft 2023 oleh Indiana Pacers dan langsung ditukar ke Wizards, ia menjadi starter termuda dalam sejarah franchise pada Oktober 2023 di usia 19 tahun. Di musim 2024/2025, ia mencatatkan rata-rata 12,3 poin, lima rebound, dan 3,4 assist dalam 59 laga sebagai starter, meski sempat absen karena cedera hamstring.
Coulibaly juga punya pengalaman internasional, membantu Prancis meraih medali perak di Olimpiade Paris 2024, di mana ia tampil sebagai cadangan melawan Amerika Serikat di final. Penampilannya di EuroBasket 2025 melawan Belgia, dengan 12 poin dan dua blok spektakuler, menandai debutnya sebagai starter di turnamen besar, menunjukkan potensinya sebagai dua arah yang agresif dan serba bisa.
Apa Yang Membuatnya Sangat Optimis Bahwa Prancis Bisa Menang
Coulibaly menyatakan optimismenya didasarkan pada kekuatan kolektif Prancis, meski tanpa Wembanyama dan Gobert. Ia menyoroti kedalaman skuad, yang mencakup empat pemain NBA saat ini, termasuk Zaccharie Risacher dan Alexandre Sarr, serta veteran seperti Nicolas Batum dan Evan Fournier. Dalam wawancara, ia menyebut, “Kami punya banyak talenta, dan chemistry tim sangat bagus. Setiap orang tahu perannya.” Coulibaly juga memuji pelatih Vincent Collet, yang memberikan kebebasan kepadanya untuk bermain agresif, terutama dalam menyerang ring dan bertahan melawan bintang seperti Luka Doncic.
Kemenangan atas Slovenia menjadi bukti nyata, dengan Prancis bangkit dari ketertinggalan 15 poin di babak pertama berkat penampilan Sylvain Francisco (32 poin) dan pertahanan zona yang efektif. Coulibaly menegaskan bahwa kemampuan tim untuk beradaptasi dan semangat pantang menyerah membuatnya yakin Prancis bisa mengalahkan siapa saja, termasuk Serbia yang dipimpin Nikola Jokic. Pengalamannya di Olimpiade 2024 juga menambah kepercayaan dirinya, karena ia melihat bagaimana Prancis hampir mengalahkan AS meski kalah 98-87 di final.
Tetapi, Apakah Benar Prancis Mempunyai Peluang Menang di EuroBasket
Meski Coulibaly optimistis, peluang Prancis tidak tanpa tantangan. Absennya Wembanyama dan Gobert melemahkan kekuatan di paint area, terutama dalam menghadapi center dominan seperti Jokic atau Georgios Papagiannis dari Yunani. Serbia, dengan rekor 3-0 dan performa Jokic yang mencetak 39 poin melawan Latvia, tetap menjadi favorit utama. Slovenia, meski kalah dari Prancis, masih berbahaya dengan Doncic, sementara Jerman, yang dipimpin Dennis Schroder, menunjukkan konsistensi dengan kemenangan 107-88 atas Lithuania.
Namun, Prancis punya keunggulan dalam kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik. Pemain seperti Francisco, Sarr, dan Coulibaly sendiri membawa energi muda, sementara Batum dan Fournier memberikan pengalaman. Statistik dari laga melawan Slovenia menunjukkan Prancis unggul dalam poin dari fast break (18) dan steal (9), menandakan kemampuan mereka memanfaatkan transisi cepat dan pertahanan agresif. Jika Collet mampu menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan seperti di laga melawan Latvia (26 turnover), Prancis berpeluang besar mencapai final. Peluang mereka diperkirakan sekitar 30%, di bawah Serbia (40%) tetapi di atas Slovenia dan Yunani.
Kesimpulan: Luka Doncic Sebutkan Pengalaman LeBron Bikin Lakers Sukses
Pernyataan Bilal Coulibaly tentang peluang Prancis di EuroBasket 2025 mencerminkan kepercayaan diri yang didukung oleh performa tim yang solid dan chemistry yang kuat. Sebagai guard muda yang sedang naik daun, Coulibaly membawa energi dan potensi besar, terbukti dari debutnya yang impresif di turnamen ini. Optimismenya didasarkan pada kedalaman skuad dan adaptasi taktik, meski absennya Wembanyama dan Gobert menjadi tantangan. Dengan Serbia dan Jerman sebagai rival utama, peluang Prancis untuk menang tidak bisa dianggap remeh, terutama jika mereka terus memanfaatkan kecepatan dan pertahanan agresif. Coulibaly, dengan semangat dan talenta mudanya, bisa menjadi kunci untuk membawa Prancis meraih gelar EuroBasket pertama sejak 2013, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai bintang masa depan basket dunia.