JJ Redick Bangga Dengan Performa Apik Lakers di Emirates Cup. Pada konferensi pers usai kemenangan 129-119 atas Dallas pada 28 November 2025, pelatih tim basket Los Angeles Lakers, JJ Redick, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Kami sapu bersih grup West B dengan rekor 4-0 di Emirates NBA Cup, dan itu prestasi besar untuk tim yang baru bangun chemistry musim ini,” katanya santai, sambil menambahkan bahwa performa apik ini bukti kerja keras sepanjang grup stage. Di tahun kedua kepelatihannya, Redick telah ubah Lakers dari tim yang tersingkir dini musim lalu jadi juara grup yang tak terkalahkan, dengan rekor keseluruhan 14-4 di musim reguler 2025-26. Kemenangan terakhir itu tak hanya amankan home court di quarterfinal lawan San Antonio Spurs pada 10 Desember, tapi juga bonus $53.000 per pemain yang jadi motivasi ekstra. Redick, mantan analis ESPN yang kini jadi arsitek sukses, bilang ini soal konsistensi: “Kami main pintar, dan hasilnya terlihat.” INFO SLOT
Dominasi Grup Stage yang Tak Terduga: JJ Redick Bangga Dengan Performa Apik Lakers di Emirates Cup
Rekor 4-0 di Emirates NBA Cup West B jadi sorotan utama Redick. Dimulai dengan kemenangan 117-112 atas Memphis Grizzlies pada 31 Oktober, di mana Luka Doncic cetak 30 poin dan 10 assist, tim langsung tunjukkan identitas: defense ketat dan transisi cepat. Laga kedua lawan Utah Jazz berakhir 135-118, dengan Doncic lagi-lagi dominan 43 poin plus 13 assist, ciptakan efisiensi offense 120 poin per 100 possession—rank pertama di grup. Pekan lalu, kemenangan 135-118 atas Clippers clinch grupnya, di mana Austin Reaves meledak 38 poin termasuk enam tiga angka. Redick puji kedalaman skuad: “Kami tak bergantung satu orang; bench beri 45 poin rata-rata.” Ini kontras musim lalu, saat tersingkir di grup—kini, point differential +49 mereka terbaik di West, amankan wild card potensial.
Peran Kunci Pemain yang Bikin Redick Bangga: JJ Redick Bangga Dengan Performa Apik Lakers di Emirates Cup
Redick tak henti puji Luka Doncic, yang rata-rata 32 poin dan 10 assist di empat laga grup, termasuk 35 poin lawan Dallas yang bikin comeback mantan timnya terasa manis. “Luka bukan cuma scorer, tapi playmaker yang atur tempo,” katanya. Deandre Ayton, tambahan musim panas, beri anchor di paint dengan 15 poin dan 10 rebound per game, plus blok elite yang batasi lawan di rim. Austin Reaves naik level jadi All-Star candidate, dengan 28,5 poin rata-rata dan efisiensi 80 persen di clutch time. Redick bilang, “Austin punya api biru—saat panas, tim ikut terbakar.” LeBron James, meski limit menit pasca-cedera, beri leadership dengan 25 poin di laga Clippers. Rotasi pintar Redick—mainkan rookie seperti Drew Timme di garbage time—bikin tim fleksibel, rank kedua Barat dengan net rating +12.
Motivasi Ekstra dari Bonus dan Jadwal Padat
Redick akui bonus $53.000 per pemain jadi pemicu: “Itu uang banyak, dan pelatih dapat share penuh—motivasi nyata.” Tapi ia tak terlena: “Kami harus fokus dua laga depan, lalu tandang berat lawan Pelicans, Suns, Raptors, Celtics, 76ers.” Jadwal Desember brutal, tapi performa Cup beri momentum—tim rank tinggi di hustle plays seperti rebound ofensif kedua liga. Redick tekankan budaya: “Kami main keras setiap malam, bahkan saat tembakan tak masuk.” Ini hasil latihan intens awal musim, di mana ia tanamkan spacing lebih baik dan volume three-pointer naik ke 35 per game. Dengan quarterfinal home court, peluang semifinal di Las Vegas 13 Desember terbuka lebar.
Kesimpulan
JJ Redick punya alasan besar untuk bangga dengan performa apik Lakers di Emirates NBA Cup 2025—rekor 4-0 yang amankan home court dan bukti transformasi timnya. Dari dominasi Doncic-Reaves hingga kedalaman Ayton-James, ini fondasi kuat untuk rebut gelar kedua setelah 2023. Redick tak sombong: “Ini baru awal; jadwal Desember tes sebenarnya.” Dengan rekor 14-4, Lakers siap dominasi Barat dan NBA Cup semifinal. Musim 2025-26 janji seru, dan Redick, dengan senyumnya, tunjukkan kenapa ia arsitek masa depan—bukan cuma analis, tapi pembangun juara.

